24 November 2011

KERANGKA KONSEPTUAL UNTUK AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN


KERANGKA KONSEPTUAL UNTUK
AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN

1        Klasifikasi dan Konflik Kepentingan
Perumusan tujuan akuntansi tergantung pada penyelesaian konflik kepentingan yang terdapat di tiga pasar informasi. Laporan keuangan dihasilkan oleh interaksi tiga kelompok yaitu:
1.     Perusahaan (firm) membentuk kelompok utama yang terlibat dalam proses akuntansi. Aktivitas-aktivitas operasional, keuangan, dan luar biasa (atau nonoperasional) yang mereka lakukan menjadi justifikasi dari pembuatan laporan keuangan. Keberadaan dan perilaku mereka menimbulkan hasil keuangan yang sebagian dapat diukur oleh proses akuntansi. Perusahaan-perusahaan juga adalah penyedia informasi akuntansi.
2.     Pengguna (user) membentuk kelompok kedua. Pembuatan informasi akuntansi dipengaruhi oleh kepentingan dan kebutuhan pengguna. Meskipun tidak mungkin untuk mengumpulkan suatu daftar lengkap para pengguna, namun dapat dipastikan daftar tersebut akan mencantumkan para pemegang saham, analis keuangan, kreditor, dan badan-badan pemerintah.
3.     Profesi akuntansi (accounting proffesion) membentuk kelompok ketiga yang dapat mempengaruhi informasi yang akan dimasukkan ke dalam laporan keuangan. Para akuntan terutama akan bertindak sebagai “auditor” yang bertanggung jawab untuk memverifikasi bahwa laporan keuangan telah mematuhi prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum.
2        Menuju ke Arah Perumusan Tujuan Laporan Keuangan
2.1 Tujuan Laporan Keuangan Menurut APB Statement No. 4
APB Statement No. 4 mengklasifikasikan tujuan menjadi tujuan khusus, tujuan umum, dan tujuan kualitatif, serta menempatkan mereka di bawah suatu kumpulan pembatasan.
1.   Tujuan khusus dari laporan keuangan adalah menyajikan secara wajar dan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum, posisi keuangan, hasil operasi, dan perubahan-perubahan lainnya dalam posisi keuangan.
2.  Tujuan umum dari laporan keuangan adalah sebagai berikut:
a.  Untuk memberikan informasi yang dapat diandalkan mengenai sumber daya ekonomi dan kewajiban dari perusahaan bisnis agar (1) dapat mengevaluasi kelebihan dan kekurangannya; (2) menunjukkan pendanaan dan investasinya; (3) mengevaluasi kemampuan dalam memenuhi komitmen-komitmennya; (4) menunjukkan berbagai dasar sumber daya bagi pertumbuhannya.
b.  Untuk memberikan informasi yang dapat diandalkan mengenai perubahan dalam sumber daya bersih dari aktivitas perusahaan bisnis yang diarahkan untuk memperoleh laba agar dapat (1) menyajikan ekspetasi pengembalian dividen kepada para investor; (2) menunjukkan kemampuan operasi perusahaan dalam membayar kreditor dan pemasok, memberikan pekerjaan bagi karyawan-karyawannya, membayar pajak, dan menghasilkan dana untuk perluasan usaha; (3) memberikan informasi untuk perencanaan dan pengendalian kepada manajemen; (4) menyajikan profitabilitas jangka panjang.
c.  Untuk memberikan informasi keuangan yang dapat digunakan untuk mengestimasi potensi penghasilan bagi perusahaan.
d.  Untuk memberikan informasi lain yang dibutuhkan mengenai perubahan dalam sumber daya ekonomi dan kewajiban.
e.  Untuk mengungkapkan informasi lain yang relevan terhadap kebutuhan pengguna laporan.
3.  Tujuan kualitatif dari akuntansi keuangan adalah sebagai berikut:
     a.  Relevansi, yang artinya pemilihan informasi yang memiliki kemungkinan paling besar untuk memberikan bantuan kepada para pengguna dalam keputusan ekonomi mereka.
     b.  Dapat dimengerti, yang artinya tidak hanya informasi tersebut harus jelas, tetapi para pengguna juga harus dapat memahaminya.
     c.  Dapat diverifikasi, yang artinya hasil akuntansi dapat didukung oleh pengukuran-pengukuran yang independen, dengan menggunakan metode-metode pengukuran yang sama.
     d.  Netralis, yang artinya hasil akuntasi ditujukan untuk kebutuhan umum dari pengguna, bukannya kebutuhan-kebutuhan tertentu dari pengguna-pengguna yang spesifik.
     e.  Ketepatan waktu, yang artinya komunikasi informasi secara lebih awal, untuk menghindari adanya kelambatan atau penundaan dalam pengambilan keputusan ekonomi.
     f.  Komparabilitas (daya banding), yang secara tidak langsung berarti perbedaan-perbedaan yang terjadi seharusnya bukan diakibatkan oleh perbedaan perlakuan akuntasi keuangan yang diterapkan.
     g.  Kelengkapan, yang artinya telah dilaporkannya seluruh informasi yang “secara wajar” memenuhi persyaratan dari tujuan kualitatif yang lain.
2.2      Laporan Kelompok Studi Mengenai Tujuan Laporan Keuangan
Tujuan dari “Laporan Trueblood” yaitu:
1.     Tujuan dasar dari laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi yang menjadi dasar dari keputusan-keputusan ekonomi.
2.     Tujuan dari laporan keuangan terutaman adalah untuk melayani para pengguna yang memiliki wewenang, kemampuan atau sumber yang terbatas untuk memperoleh informasi dan yang mengandalkan laporan keuangan sebagai sumber utama informasi mereka mengenai aktivitas perusahaan.
3.     Tujuan dari laporan keuangan adalah untuk menyajikan informasi yang bermanfaat kepada para investor dan kreditor dalam meramalkan, membandingkan, dan mengevaluasi potensi arus kas yang mereka terima jika dilihat dari segi jumlah, waktu, dan ketidakpastian yang terkait.
4.     Tujuan dari laporan keuangan adalah memberikan informasi kepada para pengguna yang dapat digunakan untuk meramalkan, membandingkan dan mengevaluasi kekuatan menghasilkan suatu perusahaan.
5.     Tujuan dari laporan keuangan adalah untuk memasok informasi yang berguna dalam menilai kemampuan manajemen dalam menggunakan sumber daya perusahaan secara efektif guna mencapai sasaran utama perusahaan.
6.     Tujuan dari laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi faktual dan interpretatif mengenai transaksi dan peristiwa lainnya yang berguna dalam peramalan, perbandingan dan pengevaluasian kekuatan menghasilkan perusahaan. Asumsi-asumsi dasar sehubungan dengan subjek masalah interpretasi, evaluasi, prediksi, atau estimasi sebaiknya diungkapkan.
7.     Tujuannya adalah untuk memberikan laporan posisi keuangan yang berguna dalam peramalan, perbandingan dan pengevaluasian kekuatan menghasilkan perusahaan. Laporan ini hendaknya memberikan informasi yang berkaitan dengan transaksi-transaksi perusahaan dan peristiwa-peristiwa lain yang menjadi bagian dari siklus penghasilan (earnings cycle) yang belum selesai. Nilai saat ini hendaknya juga dilaporkan ketika mereka berbeda secara cukup signifikan dengan biaya historis. Aktiva dan kewajiban hendaknya dikelompokkan atau dipisahkan berdasarkan ketidakpastian relatif atas jumlah dan waktu dari realisasi atau likuidasi prospektif.
8.     Tujuannya adalah untuk memberikan laporan pendapatan periodik yang berguna bagi peramalan, perbandingan dan pengevaluasian kekuatan menghasilkan perusahaan. Hasil akhir dari siklus penghasilan yang telah selesai dan aktivitas perusahaan yang mengakibatkan terjadinya kemajuan yang diakui ke arah penyelesaian dari siklus yang belum selesai hendaknya dilaporkan. Perubahan dalam nilai yang dicerminkan dalam laporan posisi keuangan berikutnya hendaknya juga dilaporkan, namun secara terpisah, karena mereka berbeda jika dilihat dari segi kepastian realisasinya.
9.     Tujuannya adalah untuk memberikan laporan aktivitas keuangan yang berguna dalam peramalan, perbandingan dan pengevaluasian kekuatan menghasilkan perusahaan. Laporan ini terutama melaporkan aspek faktual dari transaksi yang dijalankan perusahaan yang memiliki atau diharapkan memiliki konsekuensi kas yang signifikan. Laporan ini hendaknya melaporkan data yang membutuhkan pertimbangan minimal dan interpretasi dari pembuat laporan.
10.   Tujuan laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi yang berguna bagi proses peramalan. Peramalan keuangan hendaknya diberikan ketika mereka akan meningkatkan keandalan dari prediksi-prediksi pengguna.
11.    Tujuan dari laporan keuangan bagi organisasi pemerintahan dan nirlaba adalah untuk memberikan informasi yang berguna bagi evaluasi efektivitas dari manajemen sumber daya dalam mencapai sasaran organisasi yang secara umum bersifat nonmoneter. Pengukuran-pengukuran kinerja hendaknya dinyatakan sesuai dengan sasaran organisasi nirlaba.
12.   Tujuan dari lapoaran keuangan adalah untuk melaporkan aktivitas-aktivitas perusahaan yang memengaruhi masyarakat yang dapat ditentukan dan diuraikan atau diukur dan menjadi suatu hal yang penting bagi perusahaan dalam lingkungan sosialnya.
“Laporan Trueblood” menyebutkan tujuh karakteristik kualitatif dari pelaporan:
1.     relevansi dan materialistis;
2.     bentuk dan substansi;
3.     keandalan;
4.     kebebasan dari bias;
5.     komparabilitas;
6.     konsistensi; dan
7.     dapat dimengerti.
3.       Menuju ke Arah Kerangka Konseptual
3.1      Hakikat Kerangka Konseptual
Kerangka konseptual adalah sebuah konstitusi, sebuah sistem koheren dari tujuan dan asas yang saling berhubungan yang dapat mengarah kepada standar yang konsisten dan menentukan sifat, fungsi, dan batasan dari akuntansi keuangan dan laporan keuangan. Tujuan menegaskan sasaran dan tujuan akuntansi. Asas menjadi konsep yang mendasari konsep akuntansi dan akan memandu pemilihan peristiwa yang harus diperhitungkan, pengukuran peristiwa tersebut, serta cara merangkum dan mengomunikasikannya kepada pihak-pihak yang berminat. Konsep-konsep seperti itu menjadi suatu asas dalam artian bahwa konsep-konsep yang lain akan dihasilkan dari asas tersebut dan penggunaannya sebagai acuan secara berulang-ulang akan dibutuhkan dalam menentukan, mengartikan, dan menerapkan standar akuntansi dan pelaporan.
3.2      Masalah-masalah dalam Kerangka Konseptual
              Ada sembilan masalah yang disajikan untuk didiskusikan dan diselesaikan
Masalah 1: Pandangan mengenai laba atau penghasilan mana yang harus digunakan?
·         Pandangan aktiva / kewajiban, atau disebut juga pandangan neraca atau pandangan pemeliharaan modal (balance sheet or capital-maintenance view), berpendapat bahwa pendapatan dan beban hanya berasal dari perubahan dalam aktiva dan kewajiban. Pendapatan adalah peningkatan aktiva dan penurunan kewajiban; beban adalah penurunan aktiva dan peningkatan kewajiban.
·         Pandangan pendapatan / beban, yang disebut juga pandangan laporan laba rugi atau pandangan penandingan (income statement or matching view), berpendapat bahwa adanya pendapatan dan beban yang dihasilkan oleh adanya kebutuhan akan penandingan yang tepat (proper matching). Laba pada dasarnya hanya selisih antara pendapatan di satu periode dengan beban yang terjadi untuk memperoleh pendapatan tersebut. Penandingan, yang merupakan proses pengukuran fundamental dalam akuntansi, terdiri atas dua langkah (1) Pengakuan pendapatan atau waktu pengakuan melalui prinsip realisasi; (2) Pengakuan beban dengan tiga kemungkinan cara yaitu mengasosiasikan penyebab dan dampaknya, seperti harga pokok penjualan, alokasi yang sistematis dan rasional seperti depresiasi (penyusutan), pengakuan langsung seperti biaya penjualan dan administrasi.
·         Pandangan nonartikulasi didasarkan atas adanya kepercayaan bahwa artikulasi akan diikuti oleh redundansi (pencatatan yang berlebihan), “karena seluruh peristiwa yang dilaporkan di laporan laba rugi juga dilaporkan di neraca, meskipun dari sudut pandang yang berbeda. Menurut pandangan ini, defenisi dari aktiva dan kewajiban dapat menjadi suatu hal yang sangat penting dalam penyajian posisi keuangan dan bahwa defenisi dari pendapatan dan beban dapat mendominasi pengukuran penghasilan.
Masalah 2: Defenisi
Menurut pandangan aktiva/kewajiban, aktiva adalah sumber daya ekonomi dari sebuah perusahaan; mereka mencerminkan keuntungan-keuntungan di masa depan yang diharapkan menimbulkan arus kas masuk bersih secara langsung maupun tidak langsung. Kewajiban adalah keharusan perusahaan untuk mentransfer sumber daya ekonomi kepada entitas lain di masa depan. Penghasilan adalah peningkatan dari aktiva bersih perusahaan di luar beban-beban “modal”.
Menurut pandangan pendapatan/beban, aktiva tidak hanya meliputi aktiva yang didefenisikan oleh sudut pandang aktiva/kewajiban, tetapi juga hal-hal yang tidak mencerminkan sumber daya ekonomi namun diperlukan untuk penandingan yang benar dan penentuan laba. Kewajiban tidak hanya terdiri atas kewajiban seperti yang didefenisikan oleh sudut pandang aktiva/kewajiban namun juga kredit-kredit yang ditangguhkan dan cadangan tertentu yang tidak mencerminkan kewajiban untuk mentransfer sumber daya ekonomi namun dibutuhkan untuk prinsip penandingan yang benar dan penentuan laba. Penghasilan diperoleh dari penandingan antara pendapatan dan keuntungan serta, mungkin pula, dari keuntungan dan kerugian.
Pandangan ketiga atas aktiva muncul dari persepsi neraca sebagai bukan bagian dari laporan posisi keuangan, tetapi sebagai bagian dari “laporan sumber dan komposisi modal perusahaan.” Menurut pandangan ini, aktiva membentuk “komposisi saat ini dari modal yang diinvestasikan.” Pandangan ketiga tentang kewajiban yang timbul dari persepsi neraca sebagai “laporan sumber dan komposisi modal perusahaan.” Menurut pandangan ini, kewajiban terdiri atas sumber modal dan meliputi modal kredit yang ditangguhkan serta cadangan tertentu yang tidak mencerminkan kewajiban untuk mentransfer sumber daya ekonomi.
Setiap kemungkinan komponen dari penghasilan (pendapatan, beban, keuntungan, dan kerugian) dapat didefenisikan sebagai berikut:
1.     Pendapatan dan beban
Menurut pandangan aktiva/kewajiban, pendapatan, yang mencakup keuntungan dan kerugian, didefenisikan sebagai peningkatan aktiva atau penurunan kewajiban yang tidak mempengaruhi modal. Begitu pula beban, yang mencakup keuntungan dan kerugian, didefenisikan sebagai penurunan aktiva atau peningkatan kewajiban yang timbul dari penggunaan sumber daya ekonomi dan jasa selama suatu periode tertentu.
Menurut pandangan beban/pendapatan, pendapatan, yang mencakup keuntungan dan kerugian, tinbul dari penjualan barang dan jasa serta meliputi keuntungan dari penjualan dan pertukaran aktiva selain dari persediaan, bunga, dan dividen yang diperoleh dari investasi, dan peningkatan-peningkatan lain dari ekuitas pemilik selama satu periode di luar kontribusi dan penyesuaian modal. Begitu pula, beban mencakup seluruh biaya yang dikeluarkan dan berkaitan dengan pendapatan periode tersebut. Akan tetapi, jika keuntungan dan kerugian didefenisikan sebagai suatu elemen terpisah dari penghasilan, maka pendapatan akan didefenisikan sebagai pengukuran hasil output perusahaan yang ditimbulkan dari produksi atau pengiriman barang dan pemberian jasa selama periode tertentu. Demikian pula, beban adalah biaya-biaya yang dikeluarkan berkaitan dengan pendapatan periode tersebut.
2.     Keuntungan dan kerugian
Menurut pandangan aktiva/kewajiban, keuntungan didefenisikan sebagai meningkatnya aktiva bersih di luar peningkatan dari pendapatan atau perubahan modal. Begitu pula kerugian didefenisikan sebagai penurunan dari aktiva bersih di luar penurunan dari beban atau perubahan modal. Jadi keuntungan dan kerugian merupakan bagian dari penghasilan yang tidak dijelaskan oleh pendapatan dan beban.
Menurut pandangan pendapatan/beban, keuntungan didefenisikan sebagai kelebihan penerimaan di atas harga perolehan dari aktiva yang dijual, atau sebagai hadiah dan keuntungan-keuntungan lain yang diperoleh tanpa harus mengeluarkan biaya atau pengorbanan. Demikian pula, kerugian didefenisikan sebagai kelebihan di atas penerimaan yang berhubungan, jika ada, dari seluruh atau sebagian dari harga perolehan aktiva yang dijual, dibuang, atau hancur sebagian maupun seluruhnya oleh kecelakaan (ataupun dihapuskan), atau sebagai biaya yang dikeluarkan tanpa menghasilkan pendapatan. Jadi, menurut pendapatan/beban, keuntungan dan kerugiaan adalah unsur yang independen terhadap defenisi dari elemen-elemen lain dalam laporan keuangan.
3.     Hubungan antara penghasilan dan komponen-komponennya
Terdapat tiga hubungan utama antara laba dan komponen-komponennya:
a.       Laba = Pendapatan – Beban + Keuntungan – Kerugian
b.       Laba = Pendapatan – Beban
c.       Laba = Pendapatan (termasuk keuntungan) – Beban (termasuk kerugian)
4.     Akuntansi akrual
Elemen-elemen dari laporan keuangan telah diperhitungkan dan dimasukkan dalam laporan keuangan melalui penggunaan prosedur akuntansi akrual. Akuntansi akrual didasarkan atas konsep-konsep akrual, tangguhan, alokasi, amortisasi, realisasi dan pengakuan.
Akrual adalah proses akuntansi yang mengakui peristiwa dan kejadian nonkas pada saat mereka terjadi, atau secara lebih spesifik lagi, akrual adalah pengakuan pendapatan dan peningkatan dalam jumlah tertentu yang diharapkan akan diterima atau dibayarkan, biasanya dalam bentuk kas, di masa depan....
Penangguhan adalah proses akuntansi yang mengakui penerimaan kas saat ini sebagai kewajiban dan mengakui pembayaran kas saat ini (atau terjadinya kewajiban saat ini) sebagai aktiva dengan harapan akan terjadi dampak di masa depan pada pendapatan dan beban....
Alokasi adalah proses akuntansi untuk secara sistematis memperkecil jumlah tertentu melalui pembayaran-pembayaran ataupun pengeluaran secara berkala...
Realisasi adalah proses pengonversian sumber daya dan hak-hak nonkas menjadi uang; realisasi paling tepat digunakan dalam pelaporan akuntansi dan keuangan untuk merujuk kepada penjualan aktiva untuk mendapatkan sejumlah uang atau klaim atas sejumlah uang.
Pengakuan adalah proses pencatatan atau pemasukan secara formal suatu hal dalam rekening dan laporan keuangan perusahaan.
Masalah 8: Konsep pemeliharaan modal atau pengembalian biaya mana yang harus digunakan?
Terdapat dua konsep pemeliharaan modal: konsep modal keuangan dan konsep modal fisik. Kedua konsep tersebut menggunakan pengukuran dalam satuan uang atau satuan daya beli umum yang sama, yang mengakibatkan munculnya empat kemungkinan konsep pemeliharaan modal:
1.     modal keuangan yang diukur dalam satuan uang;
2.     modal keuangan yang diukur menurut unit daya beli umum yang sama;
3.     modal fisik yang diukur menurut unit uang;
4.     modal fisik yang diukur menurut unit daya beli umum yang sama.
Masalah 9: Metode Pengukuran mana yang harus digunakan?
Masalah mengenai metode pengukuran akan berkaitan dengan penentuan baik dari unit pengukuran maupun atribut yang hendak diukur. Sepanjang kepentingan dari unit pengukuran, pilihannya adalah antara jumlah dolar akrual dan dolar yang telah disesuaikan dengan daya beli umum. Sedangkan sepanjang kepentingan dari atribut tertentu yang hendak diukur, ada lima pilihan yang tersedia:
1.     Metode biaya historis;
2.     biaya saat ini;
3.     nilai jual saat ini;
4.     nilai jual yang diharapkan; dan
5.     nilai sekarang dari arus kas yang diharapkan.
3.3      Perkembangan dari Sebuah Kerangka Konseptual
Secara ringkas, lima Statement of Financial Accounting Concepts yang dikeluarkan dan berhubungan dengan pelaporan keuangan untuk perusahaan bisnis adalah:
1.     SFAC No. 1, “Objective of Financial Reporting by Business Enterprises”, yang menyajijan sasaran dan maksud dari akuntansi.
2.     SFAC No. 2, “Qualitative Characteristics of Accounting Infomation”, yang melihat karakteristik-karakteristik yang membuat informasi akuntansi berguna.
3.     SFAC No. 3, “Elements of Financial Statements of Business Enterprises”, yang memberikan defenisi mengenai elemen-elemen dalam laporan keuangan seperti aktiva, kewajiban, pendapatan dan beban.
4.     SFAC No. 5, “Recognition and Measurement in Financial Statements of Business Enterprises”, yang menetapkan pengakuan dan kriteria pengukuran fundamental serta pedoman mengenai bagaimana informasi sebaiknya secara formal dicantumkan dalam laporan keuangan.
5.     SFAC No. 6, “Elements of Financial Statements”, yang menggantikan SFAC No. 3 dan memperluas ruang lingkupnya untuk mencakup organisasi-organisasi nirlaba.
6.     SFAC No. 7, “Using Cash Flow Information and Present Value in Accounting Measurements”, memberikan sebuah kerangka untuk menggunakan arus kas dan menyajikan nilai-nilai sebagai basis pengukuran.
3.4      Tujuan Pelaporan Keuangan
Tujuan Pelaporan Keuangan oleh Perusahaan bisnis
Pelaporan keuangan tidak hanya memuat laporan keuangan namun juga cara-cara lain dalam mengkomunikasikan informasi yang berhubungan, baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan informasi yang diberikan oleh sistem akuntansi – yaitu, informasi mengenai sumber daya, kewajiban, penghasilan perusahaan dan lain-lain.
Tujuan Pelaporan Keuangan oleh Organisasi-organisasi Nonbisnis
Tiga karakteristik utama yang membedakan organisasi-organisasi nonbisnis adalah:
1.     Sejumlah besar sumber daya diterima oleh penyedia sumber daya, yang tidak mengharapkan untuk menerima pembayaran kembali ataupun keuntungan ekonomi yang proporsional terhadap sumber daya yang telah mereka berikan.
2.     Operasi bisnisnya terutama bergerak untuk tujuan-tujuan selain penyediaan barang atau jasa yang mendapatkan laba atau ekuivalen laba.
3.     Tidak ada saham kepemilikan yang pasti yang dapat dijual, dialihkan, atau ditebus, atau yang akan menjadi hak atas bagian dari distribusi nilai sisa dari sumber daya pada saat organisasi dilikuidasi.
Untuk memenuhi kebutuhan informasi dari para pengguna, FASB mengeluarkan draf eksposur yang memberikan tujuan-tujuan berikut ini:
·         Informasi yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan mengenai alokasi sumber daya
·         Informasi yang bermanfaat dalam menilai jasa dan kemampuan untuk memberikan jasa
·         Informasi yang bermanfaat dalam menilai kepengurusan dan kinerja manajemen
·         Informasi mengenai sumber daya ekonomu, kewajiban, sumber daya bersih, dan pembebanan-pembebanannya
·         Informasi mengenai kinerja organisasi dalam periode tertentu
·         Informasi mengenai bagaimana organisasi nonbisnis memperoleh dan menggunakan dana kasnya, mengenai pinjaman dan pembayaran kembali pinjaman tersebut, serta mengenai faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi likuiditas organisasi
·         Pelaporan keuangan oleh organisasi nonbisnis hendaknya mencakup penjelasan dan interpretasi untuk membantu penyedia sumber daya dan pengguna-pengguna lain memahami informasi keuanga yang mereka terima.
3.5    Konsep-konsep Fundamental
Karakteristik kualitatif dari informasi akuntansi
·         Relevansi mengacu pada kemampuan informasi untuk mempengaruhi keputusan menajer dengan mengubah atau mengonfirmasikan ekspetasi mereka atas hasil atau konsekuensi dari tindakan atau peristiwa.
·         Keandalan (reliability) diartikan sebagai “kualitas yang memungkinkan pengguna data agar dengan yakin mengandalkannya sebagai pencerminan dari apa yang dimaksud untuk disajikan.
·         Kualitas sekunder (secondary qualities) Komparabilitas dan konsistensi adalah kualitas kedua yang diusulkan oleh Statement of Financial Accounting Concepts No. 2 FASB. Komparabilitas dijabarkan sebagai penggunaan metode yang sama dalam suatu waktu oleh perusahaan tertentu.
·         Pertimbangan biaya-manfaat (cost-benefit consideration) diakui sebagai salah satu batasan umum. Informasi akuntansi manfaat akan dicari jika keuntungan yang didapat dari informasi tersebut melebihi biayanya. Jadi, sebelum menyiapkan dan menyebarkan informasi keuangan, biaya dan manfaat dari penyediaan informasi tersebut harus diperbandingkan.
·         Materialistis (materiality) dipandang sebagai ambang batas untuk pengakuan. Materialistas adalah suatu kondisi yang dianggap penting secara relatif.
Elemen-elemen dasar laporan keuangan dari perusahaan bisnis
·         Aktiva: kemungkinan manfaat ekonomi di masa depan yang diperoleh atau dikendalikan oelh suatu entitas tertentu sebagai akibat dari transaksi atau peristiwa di masa lalu.
·         Kewajiban: kemungkinan pengorbanan manfaat ekonomi di masa depan yang timbul dari utang saat ini suatu entitas untuk mengalihkan aktiva atau memberikan jasa kepada entitas lain di masa depan sebagai akibat dari transaksi atau peristiwa di masa lalu.
·         Ekuitas: kepentingan residual dari aktiva suatu entitas yang tersisa setelah mengurangi dengan kewajibannya. Dalam perusahaan bisnis, ekuitas ini adalah saham kepemilikan.
·         Investasi oleh pemilik: peningkatan aktiva bersih dari perusahaan yang diakibatkan dari pengalihan sesuatu yang bernilai kepada perusahaan dari entitas lain untuk mendapatkan atau meningkatkan kepemilikan (atau ekuitas) dari perusahaan, Kebanyakan aktiva umumnya diterima sebagai investasi oleh pemilik, namun aktiva dapat juga terdiri atas jasa atau pemenuhan atau konversi kewajiban perusahaan.
·         Distribusi kepada pemilik: penurunan aktiva bersih dari perusahaan yang diakibatkan oleh pengalihan aktiva, pemberian jasa, atau timbulnya kewajiban oleh perusahaan kepada pemilik. Distribusi kepada pemilik menurunkan kepemilikan (atau ekuitas) dalam perusahaan.
·         Laba komprehensif: perubahan ekuitas (aktiva bersih) perusahaan selama periode tertentu yang diakibatkan dari transaksi dan peristiwa serta kejadian-kejadian lain dari sumber nonpemilik. Laba komprehensif mencakup semua perubahan yang terjadi pada ekuitas selama suatu periode kecuali perubahan yang ditimbulkan oleh investasi pemilik dan distribusi kepada pemilik.
·         Pendapatan: arus masuk atau peningkatan lain dari aktiva sebuah entitas atau pelunasan kewajiban sebuah entitas (atau kombinasi dari keduanya) selama satu periode tertentu yang dihasilkan oleh penyampaian atau produksi barang, pemberian jasa, atau pelaksanaan aktivitas lain yang menjadi bagian dari operasi-operasi pusat atau utama entitas yang sedang berjalan.
·         Beban: arus keluar atau penggunaan lain dari aktiva sebuah entitas atau timbulnya kewajiban sebuah entitas (atau kombinasi dari keduanya) selama satu periode tertentu yang dihasilkan oleh penyampaian atau produksi barang, pemberian jasa, atau pelaksanaan aktivitas lain yang menjadi bagian dari operasi-operasi pusat atau utama entitas yang sedang berjalan.
·         Keuntungan: peningkatan ekuitas (aktiva bersih) yang berasal dari transaksi entitas yang insidental atau sampingan dan dari semua transaksi dan peristiwa serta kejadian lainnya yang mempengaruhi entitas selama periode tertentu kecuali yang timbul dari pendapatan atau investasi pemilik.
·         Kerugian: penurunan ekuitas (aktiva bersih) dari transaksi entitas yang insidental atau sampingan dan dari semua transaksi dan peristiwa serta kejadian lainnya yang mempengaruhi entitas selama periode tertentu kecuali yang timbul dari beban atau distribusi kepada pemilik.
3.6    Pengakuan dan Pengukuran
Kriteria pengakuan meliputi:
·         Defenisi: Hal tersebut memenuhi defenisi dari sebuah elemen laporan keuangan
·         Dapat diukur: Hal ini memiliki atribut yang relevan dan dapat diukur dengan cukup andal
·         Relevansi: Informasi yang berkenaan mampu membuat perbedaan pada keputusan para penggunanya.
·         Keandalan: Informasi tersebut representasional, tepat, dapat diverifikasi dan netral.
Dalam kaitannya dengan pengukuran, laporan melihat lima atribut yang berbeda dari aktiva dan kewajiban yang disajikan dalam memorandum diskusi, yaitu:
·         biaya historis
·         biaya penggantian saat ini
·         nilai pasar saat ini
·         nilai bersih yang dapat direalisasikan (penggantian)
·         nilai arus kas masa depan saat ini (atau diskonto)
4       Laporan-Laporan Lain
4.1    Laporan Perusahaan
1.     Laporan nilai tambah, yang menunjukkan bagaimana keuntungan yang diperoleh dari usaha perusahaan dibagi di antara para karyawannya, penyandang modal, negara dan investasi kembali.
2.     Laporan ketenagakerjaan, yang menunjukkan jumlah dan komposisi dari tenaga kerja yang menggantungkan hidupnya pada perusahaan, kontribusi pekerjaan dari para karyawan dan manfaat-manfaat yang diterima.
3.     Laporan pertukaran uang dengan pemerintah, yang menunjukkan hubungan keuangan antara perusahaan dengan negara.
4.     Laporan transaksi dalam mata uang asing, yang menunjukkan transaksi-transaksi kas langsung antara Inggris dengan negara-negara lain.
5.     Laporan prospek-prospek di masa depan, yang menunjukkan kemungkinan laba di masa depan, tingkat penempatan kerja dan investasi.
6.     Laporan tujuan perusahaan, yang menunjukkan kebijakan manajemen dan sasaran-sasaran strategis jangka menengah.
4.2    “Laporan Stamp”
Pendekatan yang diusulkan oleh “Laporan Stamp” ini bersifat revolusioner. Hal ini mengidentifikasikan masalah dan permasalahan konseptual dan memberikan solusi bagi identifikasi tujuan-tujuan pelaporan keuangan perusahaan, pengguna laporan perusahaan, sifat dari kebutuhan para pengguna, dan kriteria untuk penilaian mutu standar dan akuntabilitas korporat sebagai kemungkinan komponen-komponen bagi kerangka konseptual Kanada.
5       Taksonomi Karakteristik Normatif yang harus Dicerminkan oleh Pernyataan-Pernyataan Akuntansi
·         Karakteristik formasional yang berhubungan dengan perkembangan dari pernyataan dan dengan penilaian selanjutnya mengenai kegunaan yang diberikan.
·         Karakteristik operasional yang berhubungan dengan mengimplementasikan dan memenuhi persyaratan-persyaratan yang diminta oleh persyaratan
·         Karakteristik informasional yang berhubungan dengan kemampuan untuk menghasilkan data yang berguna dalam pengambilan keputusan.
6       Pembahasan dan Kesimpulan
Kerangka konseptual FASB adalah proyek yang paling maju saat ini dalam penciptaan sebuah konstitusi akuntasi. Manfaat utamanya adalah memfasilitasi penyelesaian perselisihan-perselisihan konseptual dalam proses penetapan standar. Agar efektif, konstitusi ini harus mendapatkan penerimaan secara umum, mewakili perilaku kolektif dan melindungi kepentingan publik di area-area yang akan terpengaruh oleh pelaporan keuangan.
Keuntungan dari kerangka konseptual adalah sebagai berikut:
a.     memberikan fondasi yang dapat memberikan pedoman bagi penetapan standar;
b.    memungkinkan badan penyusun standar untuk menggunakan keekonomian dalam usaha mereka untuk mengembangkan standar;
c.     memberikan konsep-konsep yang memberikan petunjuk secara luas yang memungkinkan dikeluarkannya konsep-konsep lain; dan
d.    menghasilkan standar yang apolitik.
Suatu pengukuran operasional akan kesuksesan dari konsep kerangka konseptual adalah berproliferasinya kerangka konseptual dari negara Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Kanada, Inggris, Tunisia dan Cina.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment